Akuntansi Internasional (pertemuan 4)

Nama : Nita nopri

Kelas : 4EB18

NPM : 25212354

Ringkasan Tugas BAB 11 dan 12

BAB 11

MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN

konstribusi nyata dari sebuah bisnis kepada masyarakat adalah asumsi dan manajemen resiko. Manajer-manajer bisnis berasumsi bahwa risiko mengontrak manusia, modal fisik dan uang membentuk suatu produk atau jasa yang mungkin bisa diterima oleh masyarakat. Jika perusahaan mereka terbukti tidak berhasil, perusahaan itu bangkrut. Jika sukses, perusahaan mendapatkan keuntungan. Manajemen risko sangat menantang di level internasional terkait dengan banyaknya factor yang harus dipertimbangkan

PENTINGNYA MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Tujuan manajemen risiko keuangan dalam tingkatan risiko  individu adalah untuk mengurangi peluang meningkatnya kerugian yang berasal dari perubahan-perubahan yang tidak diperkirakan pada harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas.

Pertumbuhan cepat layanan manajemen risiko menyatakan bahwa manajemen dapat meningkatkan nilai firma dengan mengatur risiko keuangan. Selain itu, investor dan pemegang saham lainnya terus-menerus mengharapkan manajer keuangan untuk mengenali dan secara aktif melakukan manajemen risiko pasar. Jika nilai perusahaan tersebut sama dengan nilai terkini dari arus kasnya di masa depan, manajemen eksposur aktif dapat dibenarkan dengan beberapa manfaat,yaitu :

  • Manajemen eksposur dapat membantu menstabilkan arus kas yang diinginkan suatu perushaan
  • Manajemen eksposur aktif memungkinkan sebuah firma untuk memfokuskan diri pada risiko bisnis utamanya.
  • Pemilik utang, pegawai, dan pelanggan juga memperoleh keuntungan dengan adanya manajemen eksposur.
  • Produk derivatif dapat memungkinkan dana pensiun pemimpin perusahaan untuk menikmati keuntungan yang lebih besar dengan berinvestasi pada instrument tertentu tanpa harus benar-benar membeli atau menjual instrument pokok

PERAN AKUNTANSI

Para akuntan manajemen memerankan peran penting dalam proses manajemen risiko. Mereka membantu mengenali risiko pasar yang mungkin terjadi, mengukur trade off, memberikan penjelasan atas produk-produk pencegahan risiko tertentu dan menilai keefektifan program pencegahan risiko ini.

  1. Mengenali Risiko Pasar

Pemetaan risiko merupakan kerangka kerja yang berguna untuk mengenali beragam jenis risiko pasar yang mungkin terjadi. Kerangka kerja dimulai dengan memeriksa hubungan antara risiko pasar dengan value drivers sebuah perusahaan dengan pesaingnya. Value driver smengacu pada kondisi keuangan utama dan perihal kinerja operasional yang mempengaruhi suatu perusahaan. Risiko pasar meliputi: risiko valuta dan risiko suku bunga, serta risiko harga komoditas dan ekuitas.

Mengukur Trade Off

Mengukur trade off yang berhubungan dengan alternatif dalam merespon suatu risiko. Manajemen dapat memilih untuk tetap menghadapi risiko daripada melakukan pencegahan jika biaya perlindungan risiko lebih tinggi daripada keuntungannya.

  1. Manajemen Risiko di Dunia Nilai Tukar Mengambang

Dalam analisis ini ditekankan pada perubahan nilai tukar. Ada tiga alasan yang mendasari hal ini, yaitu:

  1. Nilai tukar merupakan bentuk risiko umum dihadapi perusahaan diberbagai Negara
  2. Eksekutif keuangan yang berpengalaman menyatakan bahwa risiko valuta adalah salah satu risko eksternal yang paling sulit dan harus ditangani manajer keuangan.
  3. Konsep manajemen risiko dan perlakuan akuntansi asosiasi terhadap risiko valuta asing bersifat sejajar dengan yang digunakan untuk risiko suku bunga, harga komoditas, dan harga ekuitas.

Dalam dunia nilai tukar mengambang, manajemen risiko terdiri atas:

  • Mengantisipasi pergerakan nilai tukar.
  • Mengukur pemanjanan perusahaan terhadap risiko bursa
  • Merancang strategi perlindungan yang sesuai
  • Membangun kembali manajemen resiko internal

Akuntansi Untuk Produk Lindung Nilai

Produk lindung nilai kontraktual merupakan kontrak atau instrument keuangan yang memungkinkan penggunanya untuk mengurangi, menghilangkan, atau sebaliknya mnegalihkan risiko pasar kepada orang lain.
Pengetahuan tentang aturan-aturan menejemen akuntansi berkenaan dengan derivative merupakan hal yang penting ketika kita sedang merancang strategi lindung nilai yang efektif untuk perusahaan. Untuk memahami seberapa penting auntansi lindung nilai, kita menggambarkan beberapa praktik akuntansi lindung nilai dasar. Pertama-ama, tinjaulan komponen dasar dari laporan keuangan (pajak hilang).
Para analisis biaya berfokus pada pendapatan operasional dalam mengevaluasi seberapa baik manajemen dalam menjalankan bisnis intinya. Pendapatan bersih terdiri atas dampak pembauran dari kejadian-kejadian yang tidak biasa. Perlakuan akuntansi pada derivatif keuangan yang mendapat sambutan secara operasional adalah menandai produk untuk dipasarkan dengan keuntungan atau kerugian yang dianggap sebagai komponen pendapatan non-operasional. Masalah akuntansi terkait dengan produk lindung nilai terkait dengan valuta asing memiliki hubungan dengan pengakuan, pengukuran dan pengungkapan. Pengakuan memiliki arti apakah instrumen lindung nilai harus dianggap sebagai asset atau kewajiban dalam laporan keuangan.

 

Kontak Valuta Asing Berjangka

Pengimpor dan pengekspor biasanya menggunakan kontrak valuta asing berjangka ketika barang-barang yang akan difaktur dalam mata uanag asing dibeli dari atau dijual kepada pihak asing. Kontrak berjangka ini menjadi kompensasi atas risiko keuntungan atau kerugian transaksi ketika nilai tukar turun naik antara tanggal transaksi dan penyelesaian. Kontrak berjangka juga melindungi nilai mata uang asing antisipasi yang dapat dibayar atau dibayarkan kembali (kesepakatan mata uang asing) dan dapat digunakan untuk pertukaran yang diatur dan karenanya bersifat kurang likuid daripada kontrak-kontrak lainnya. Pengimpor dan dengan kata lain kontrak ini bersifat fleksibel dalam jumlah dan waktunya kontak valuta asing berjangka adalah kesempatan untuk mengirim atau menerima sejumlah mata uanng asing untuk ditukar dengan mata uang dala negri,ditanggal yang akan dating dengan nilai tukar yang ditentukan yang disebut dengan nilai berjangka

 

LINDUNG NILAI ASET YANG DIAKUI ATAU KESEPAKATAN PERUSAHAAN YANG TIDAK DIAKUI

Ketika anak perusahaan asing dengan posisi asset terbuka bersih dikonsolidasi dengan perusahaan induknya, kerugian translasi akan terjadi jika mata uang asing kehilangan nilai terhadap mata uang yang digunakan perusahaan induk. Kerugian translasi juga muncul jika anak perusahaan di luar negeri memiliki posisi kewajiban terbuka bersih dan nilai mata uang asingnya meningkat terhadap mata uang induk. Satu cara untuk mengurangi kerugian semacam ini adalah dengan membeli kontrak berjangka. Strateginya adalah untuk mendapatkan keuntungan transaksi yang dicapai pada kerugian translasi kompensasi kontrak berjangka.

BESPEKULASI DALAM MATA UANG ASING

Peluang muncul untuk mempertinggi pendapatan yang dilaporkan dengan menggunakan kontrak berjangka dan kontrak opsi dalam pasar valuta asing.kontrak berjangka yang dibeli ketika spekulasi dicatat di awal pada nilai berjangka. Nilai berjangka adalah indikator terbaik dari nilai spot yang akan berlaku ketika jatuh tempo.
Perlakuan akuntansi untuk instrumen mata uang asing lainnya yang dibahas adalah mirip dengan perlakuan untuk kontrak forward. Perlakuan akuntansi yang dibahas di sini berdasarkan pada sifat aktifitas lindung nilai yaitu apakah derivatif melindungi nilai komitmen perusahaan, transaksi yang akan terjadi, investasi bersih pada operasi luar negeri, dan sebagainya.

PENGUNGKAPAN
Sebelum adanya ketetapan seperti FAS 133 dan IAS 39, pengungkapan keuangan perusahaan tidak memberikan para pembaca laporan, apakah atau sejauh manakah manajemen telah menjalankan kontrak derivative. Memperkirakan dampak yang mungkin terjadi terhadap kinerja yang dilaporkan dan kompleksitas risiko yang dihadapi perusahaan merupakan hal yang sulit. Pengungkapan yang diwajibkan oleh FAS 133 dan dan IAS 39, pengungkapan keuangan perusahaan tidak memberikan para pembaca laporan, apakah atau sejauh manakah manajemen telah menjalankan kontrak derivative. Memperkirakan dampak yang mungkin terjadi terhadap kinerja yang dilaporkan dan kompleksitas risiko yang dihadapi perusahaan merupakan hal yang sulit.  Pengungkapan yang diwajibkan oleh FAS 133 dan IAS 39 sangatlah membantu proses perkiraan ini. Pengungkapan itu antara lain:

  • Tujuan dan strategi manajemen resiko untuk melakukan transaksi lindung nilai
  • Deskripsi pos – pos yang nilainya dilindungi.
  • Pengenalan  risiko pasar sebuah perusahaan yang dicegah.
  • Deskripsi mengenai instrumen lindung nilai.
  • Jumlah yang tidak dimasukkan dalam pengkajian keefektifan lindung nilai.
  • Pembenaran apriori bahwa hubungan perlindungan nilai  akan sangat efektif untuk meminimalkan risiko pasar.
  • Pengkajian perlindungan nilai yang berkelanjutan dari semua derivatif yang digunakan selama periode ini.

TOLAK UKUR YANG SESUAI

Tujuan dari manajemen resiko adalah untuk mencapai keseimbangan antara pengurangan resiko dan biaya-biaya. Oleh karena itulah, standar yang sesuai dan digunakan untuk menilai kinerja yang sebenarnya merupakan unsur penting dalam sistem penilaian kinerja mana pun. Took ukur ini harus ditentukan dari awal dalam program perlindungan mana pun dan harus berdasarkan pada konsep biaya peluang.

Ketika program manajemen risiko valuta asing dibuat terpusat, tolok ukur yang sesuai digunakan untuk membandingkan keberhasilan perlindungan risiko perusahaan akan menjadi program yang dapat dilaksanakan oleh manajer-manajer lokal.

 

 

 

BAB 12

PERPAJAKAN INTERNASIONAL dan PENETAPAN HARGA TRANSFER

Keseragam Sistem Pajak Nasional

Penggolongan   pengungkapan   pajak   yang   efektif,   memerlukan   adanya pemahaman sistem – sistem pajak nasional yang sangat berbeda disetiap negara. Perbedaan tersebut berkisar dari jenis pajak dan beban pajak hingga perbedaan dalam penilaian pajak dan filosofi penagihan.

Jenis Pajak

Sebuah   perusahaan   yang   beroperasi   diluar   negeri   berhadapan   dengan bermacam pajak. Pajak lanbsung mudah untuk dikenali dan biasanya diungkapkan dalam laporan keuangan perusahaan. Pajak tidak langsung tidak terlalu mudah untuk dikenali atau tidak sering diungkapkan. Biasanya pajak tersebut dimasukkan dalam biaya dan pengeluaran lain– lain. Pajak   penghasilan   perusahaan   mungkin   lebih   banyak   digunakan   untuk menghasilkan pendapatan pemerintah daripada pajak lainnya, dengan pengecualian bea cukai. Kecendrungan internasional telah menjadi nilai pajak yang rendah dan memusat. Halk ini menyebabkan kecendrungan ini adalah pengakuan bahwa nilai pajak yanhg dikurangi akan meningkatkan kemampuan bisnis untuk bergerak dari lingkungan berpajak tinggi kelingkungan berpajak rendah memaksa kemampuan suatu negara untuk menetapkan tarif pajak yang lebih tinggi daripada ditempat lain.  Pajak yang dipungut dari sumbernya adalah pajak – pajak yang ditentukan oleh pemerintah pada pembayaran deviden, bunga dan royalti pada penanam modal asing. Pajak   pertambahan   nilai   adalah   pajak   dibayarkan   atas   nilai   yang ditambahkan dari setiap tahapan produksi atau distribusi. Pajak ini berlaku untuk keseluruhan penjualan yang dikurangi pembelian dari satuan penjualan menengah. Pajak  pembatasan   biasanya  bertujuan   untuk  menjaga   agar  harga   barang domestik tetap bersaing dengan barang import.Maka pajak – pajak dari barang import biasanya adalah bea cukai dan pajak tidak langsung lainnya setara yang dibayarkan oleh produsen domestik dari barang yang serupa. Pajak   pengiriman   merupakan   contoh   dari  pajak   tidak   langsung   dimana dibayarkan pada pengiriman barang antara pembayar pajak dan bisa berpengaruh penting pada keputusan – keputusan bisnis seperti susunan akuisisi

Beban Pajak

Perbedaaan dalam keseluruhan beban pajak sangat penting dalam bisnis internasional. Tarif resmi dari pajak penghasilan merupakan sumber penting dari perbedaan – perbedaan tersebut. Namun perbedaan tarif hanya mengungkapkan sebagian ceritanya. Banyak pertimbangan lain yang mungkin mempengaruhi beban pajak efektif bagi perusahaan – perusahaan multinasional. Perbedaan dalam definisi nasional mengenai penghasilan kena pajak sangatlah penting.

 

Pajak dari Sumber Penghasilan Asing dan Pajak Ganda

Setiap negara menyatakan hak atas pajak penghasilan yang berasal dari dalam negaranya. Namun filosofi nasional mengenai pajak penghasilan dari sumber asing berbeda dan hal ini penting jika dipandang dari perspektif perencanaan pajak. Dalam prinsip pajak teritorial membebaskan pajak bagi penghasilan perusahaan lokal yang berasal dari luar negara mereka. Hal ini mencerminkan pemikiran bahwa beban pajak dari cabang asing harus sama dengan para pesaing lokalnya. Cabang – cabang dari perusahaan lokal dianggap sebagai perusahaan asing yang dimiliki oleh penduduk lokal. Dengan menggunakan prinsip global dan mengenakan pajak pada perusahaan lokal serta penduduk atas penghasilannnya terlepas dari batasan – batasan nasionalnya. Gagasan yang mendasari adalah bahwa sebuah cabang asing dari perusahaan lokal hanyalah sebuah perusahaan lokal yang beroperasi diluarnegeri.

 

Dimensi-Dimeni Perencanaan Pajak

Dalam perencanaan  pajak  perusahaan   –   perusahaan multinasional memiliki keuntungan yang nyata atas perusahaan – perusahaan domestik karena mereka memiliki lebih banyak flesibelitas geografis  dalam   menempatkan sistem  produksi dan   distribusi mereka.   Flesibelitas   ini   memberikan   peluang   untuk   memanfaatkan   perbedaan   dalam yurisdiksi pajak nasional untuk bisa menurunkjan keseluruhan beban pajak bagi perusahaan tersebut. Pemerintah nasional terus menyusun perundangan untuk memperkecil peluang – peluang arbitrase yang melibatkan yurisdiksi pajak nasional beragam.

 

Pertimbangan Organisasional

Dalam   mengenakan   pajak   kepada   penghasilan   bersumber   asing,   banyak yurisdiksiperpajakan yang berfokus pada susunan organisasional dari suatu operasi asing. Perusahaan cabang akan digabungkan dengan perusahaan induk dan sepenuhnya terkena pajak pada tahun tersebut baik penghasilan tersebut dikirimkan keperusahaan induk atau tidak. Keuntungan dari suatu anak perusahaan asing biasanya tidak dikenakan pajak hingga keuntungan tersebut dikembalikan. Pengeluaran perusahaan induk tidak bisa dialokasikan untuk cabang, karena cabang dianggap sebagai bagian dari induk. Jika pajak pajak atas keuntungan asing lebih rendah dinegara penyelenggara daripada negara asal, keuntungan

anak perusahaan tidak terkena pajak dari negara asal hingga keuntungan dikembalikan.

 

Perusahaan Asing Terkendali Dan Penghasilan Subpart F

Negara – negara yang menggunakan prinsip perpajakan global, penghasilan anak perusahaan asing tidak kena pajak oleh perusahaan induk hingga dikembalikan sebagai deviden   –   yang   disebut   juga   prinsip   penangguhan.   Tempat   –   tempat   bebas   pajak memberikan perusahaan – perusahaan multinasional sebuah kesempatan untuk menghindari repatriasi   –   dan   pajak   pajak   negara   asal   dengan   menempatkan   transaksi   dan mengakumulasikan keuntungan dalam anak perusahaan “brassplate” . Transaksi – transaksi ini tidak memiliki pekerjaan atau tugas yang nyata. Penghasilan yang didapatkan pada transaksi tersebut bersifat pasif, bukan aktif. Penghasilan   Subpart   F   mencakup   penjualan   partai-terkait   tertentu   dan penghasilan dari jasa.   Penghasilan Subpart F juga mencakup penghasilan pasif, seperti deviden, bunga , pembayaran sewa, dan royalti, keuntungan bersih dari transaksi mata uang

asing   atau   komoditas   tertentu,   keuntungan   dari   penjualan   properti   investas   tertentu, termasuk sekuritas, dan penghasilan dari asuransi tertentu.

 

Keputusan Keputusan Pembiayaan

Tata   cara   dimana   operasi-operasi   asing   dibiayai   juga   bisa   dibentuk   oleh pertimbangan-pertimbangan pajak. Pengurangan pajak dari utang, yang meningkatkan laba setelah pajak pada ekuitas, meningkatkan daya pikat pembiayaan utang dalam negara- negara berpajak tinggi. Dimana peminjam mata uang lokal dibatasi oleh pemerintah lokal yang memerintahkan adanya tingkat minimum pada infusi ekuitas oleh perusahaan induk asing, peminjaman perusahaan induk untuk membiayai infusi modal ini bisa mendapatkan akhir yang sama, berujung pada yurisdiksi pajak dari perusahaan induk yang mengizinkan agar bunga bisa dideduksi.

 

Penyatuan Kredit Pajak

Ada beberapa negara membatasi kredit pajakpada dasr sumber-demi-sumber. Penyatuan penghasilan dari berbagai sumber memungkinkan kredit – kredit yang berlebihan dan dihasilkan dari negara-negara dengan tarif pajak yang tinggi untuk menutupi pajak- pajak atas penghasilan yang diterima dari yurisdiksi berpajak rendah.

Alokasi Akuntansi Biaya

Alokasi biaya internal diantara perusahaan-perusahaan kelompok merupakan sarana lain untuk memindahkan keuntungan dari negara berpajak tinggi ke negara-negara berpajak rendah.  Alokasi   umum biaya perusahaan kepada  cabang-cabangnya dinegara- negara berpajak tinggi.

 

Penetapan Harga Untuk Lokasi Dan Pengiriman

Penjualan akhir dari barang atau jasa dapat disalurkan melalui cabang-cabang yang   berlokasi   dalam   yurisdiksi-yurisdiksi   yang   memberikan   perlindungan   atau penangguhan pajak. Keuntungan untuk sistem perusahaan sebagai  suatu   kesatuan  bias ditingkatkan dengan menetapkan harga pengiriman yang tinggi pada komponen-komponen yang dikirimkan dari anak-anak perusahaan dinegara-negara berpajak rendah dan harga pengiriman   yang   rendah   pada   komponen-komponen   yang   dikirimkan   dari   anak-anak perusahaan di negara-negara berpajak tinggi.

 

Penetapan Harga Pengiriman Internasional: variabel-variabel yang Menyulitkan

Harga pengiriman menetapkan nilai moneter pada perdagangan intraperusahaan yang terjadi antara satuan operasi dan merupakan pengganti untuk harga pasar. Harga ini biasanya dicatat sebagai penghasilan oleh salah satu unit dan biayta oleh unit yang lain. Variabe-variabel seperti pajak, tarif, persaingan, tingkat inflasi, nilai mata uang, pembatasan pengiriman dana risiko politik dan ketertarikan mitra usaha patungan sangat menyulitkan pengambilan keputusan untuk penetapan harga pengiriman

 

Metologi Penerapan Harga Transfer

Harga transfer dapat berdasarkan biaya tambahan atau harga pasar.   Dimana transfer terjadi diantara entitas yang berhubungan diluar pasar untuk barang dan jasa jarang ditemukan.

 

Praktik Penetapan Harga Transfer

Perusahaan multinasional dengan sangat jelas memiliki berbagai dimensi, seperti ukuran   industri,   kebangsaan,   struktur   organisasi,   tingkat   keterlibatan   internasional, teknologi,  produk   atau   jasa,   dan   kondisi   bersaing.  Namun   dalam   prakteknya   banyak ditemukan keseragaman dalam penetapan harga transfer.

 

Sumber :  1. Choi, Frederick D.S., dan Meek, Gary K., 2010, International Accounting Buku-2, Penerbit Salemba Empat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: